Proses Penuaan Mengatur Dinamika Nonlinear dalam Metabolisme Sel Hati
Pengaturan dinamika metabolisme energy dalam sel-sel hidup memerlukan respon terkoordinasi banyak jaringan enzyme, yg beroperasi dibawah kondisi-kondsi tidak seimbang. Disfungsi-disfungsi mitokondria bersama dengan proses penuaan secara nyata mengubah tanda-tanda dinamiska nonlinear generasi radikal bebas. Oleh karena itu mengubah metabolism energy dalam sel hati. Kami mendukung data kami dengan mekanisme biokimia yg masuk akal untuk bioenergitka termodifikasi yangg melibatkan protein tak berangkai yg teratur dalam sel-sel tua sebagai respon adaptif untuk mengurangi tekanan oksidatif yg telah meningkat. Memadukan ruang tinggi dan menggambarkan resolusi sementara , dan ukuran bioenergitika, pekerjaan kami mendukung secara experimental terhadap hipotesis bahwa mitokondria menyatakan perilaku dinamika non linear untuk mengatur metabolisme energy yg efektif didalam sel. Dan beberapa bagian atau reduksi secara keselurhan dalam perilaku ini, akan berperan terhadap disfungsi organ termasuk proses penuaan dan proses-proses penyakit lainnya.
Kompleksitas dalam system dinamis terbentuk oleh interaksi komponen2 (jaringan dinamika-dinamika non linear) yg saling menguntungkan, hipersensitifitas terhadap konisi-kondisi awal (kekacauan tertentu), dan proses-proses ingatan jangka panjang, (hukum pengukuran tenaga) (1,2). Karena kenyataan bahwa enzim-enzim multiple , kofaktor-kofaktor, menandai molekul-mulekul yang berperan dalam sel bertahan hidup secara efisien diantara ruang sementara dgn rangsangan yg bervariasi, jaringan-jaringan metabolik dalam sell hidup merupakan calon unik biologis untuk mempelajari aturan kompleksitas itu memainkan pengaturan enzim kinetik. Mitokondria melayani peran ganda dalam metabolism seluler, yaitu sebagai penghubung energitika seluler ssperti juga sebagai pusat pemrograman kematian sel. Teori mitokondria tentang hukum penuaan spesies intraseluler yg reaktif terhadap oksigen (ROS) diproduksi pada waktu metabolism seluler normal secara akumulatif, berperan terhadap perkembangan kehancuran makromolekul-makromolekul, dan oleh sebab itu, terhadap disfungsi organ yg secara kolektif mendefinisikan penuaan dalam organism-organisme. Studi lebih awal dalam mitokondria hewan muda ataupun tua, sel-sel muda dan tua menunjukkan perbedaan signifikan dalam reaksi redoks.
Hello world!
Welcome to your brand new blog at Edublogs.
To get started, simply log in, edit or delete this post and check out all the other options available to you.
Also, please consider becoming an Edublogs Supporter – you can remove ads from yours and other blogs, upload up to 5GB or audio, video and every other sort of content and access great features under your ‘Plugins’ menu.
Supporters are what keeps Edublogs running and providing free blogs for education, so give it a go today
For assistance, visit our comprehensive support site, check out our getting started with Edublogs guide or stop by The Edublogs Forums to chat with other edubloggers.
You can also subscribe to our brilliant free publication, The Edublogger, which is jammed with helpful tips, ideas and more.
And finally, if you like Edublogs but want to be able to simply create, administer, control and manage hundreds of student and teacher blogs at your school or college, check out Edublogs Campus… it’s like Edublogs in a box, all for you.
Thanks again for signing up with Edublogs!

